HPL memiliki berbagai macam warna dan corak yang bisa kita gunakan pada permukaan sebuah furniture. Dari berbagai macam warna dan corak tersebut, yang paling banyak digunakan adalah warna dan corak kayu dari berbagai jenis. Keuntungan dari HPL tersendiri adalah tahan dari goresan dan anti air. HPL ini kuat karena bahan utamanya, yaitu plastik keras PVC dengan permukaan yang bertekstur baik. Bahan material ini lebih kuat dibanding material sheet yang biasa yang banyak digunakan pada sebuah furniture murah.

Berbagai jenis HPL atau material yang dijual dipasaran, memiliki harga yang bervariatif. Mulai dari yang murah sampai yang paling mahal pun tersedia di pasaran. Ada HPL yang Original dan ada yang tidak original atau recycle. Namun dari berbagai macam harga tersebut, tidak semua menjamin memiliki standard berkualitas baik. Ada yang karena nama brandnya (merk), ada yang karena harganya mahal (terkadang banyak orang yang berasumsi kalau harga yang mahal menjamin kualitas yang sangat baik. Memang benar, namun belum tentu semua yang harganya mahal memiliki hal itu), dan ada juga yang harganya terjangkau tetapi memiliki standard kualitas yang sangat baik, seperti Grasmerino, Violam, dll.

Seperti pada artikel sebelumnya, disini kami akan memberitahukan tips atau cara bagaimana memilih HPL yang memiliki kualitas baik agar kita tidak salah dalam memilih HPL dalam melakukan finishing. Berikut adalah cara memilih HPL yang baik.

  1. Dilihat dari desain atau tampilan luar.

Pilihlah HPL dengan Decorative paper yang jelas (seratnya tegas). Bukan seperti Decorative paper copy-an (karena ada juga yang decorative papernya dari segi seratnya tidak telihat jelas atau tegas). Ada HPL yang memiliki desain serupa, namun sebenarnya adalah mengcopy dari branded HPL. HPL jiplakan tersebut akan mudah pudar warnanya setelah beberapa waktu.

  1. Dilihat dari kraft paper atau bagian belakang HPL.

HPL yang baik proses pengamplasan/sandingnya sempurna, sedangkan HPL yang tidak original atau recycle tidak terlihat sempurna. Melainkan adanya sedikit kecacatan. Lalu tidak meninggalkan sisa-sisa resin yang ditandai dengan masih adanya bercak-bercak warna hitam mengkilat karena HPL yang baik sudah tidak ada dan tidak terlihat sisa resinnya. Sedangkan yang tidak original banyak meninggalkan noda atau bercak hitam dari sisa-sisa resin. HPL yang original Terlihat dan terasa halus dan rata, sedangkan HPL yang tidak original atau HPL hasil dari bahan Recycle terasa kasar dan tidak rata.

  1. Dilihat dari ketebalan HPL

Pilihlah HPL dengan ketebalan sesuai standard yang baik, antara 0,7m – 0,8m. Semakin tebal HPL, proses pemuaian dan penyusutan pada saat pengaplikasian cenderung lebih sedikit dibanding HPL yang tipis.

  1. HPL dengan bahan yang berkualitas akan menghasilkan produk yang lentur dan tidak mudah patah atau retak. Sedangkan High-Pressure-Compact-Laminate-HPL-HPL yang tidak berkualitas baik (tidak original/recycle), akan mudah patah pada saat pengaplikasian.